Panduan

Berapa jarak tanam sawit?

Diperbarui 29 Oktober 2026. Angka harga dan biaya diberi tanggal sumbernya. Juga tersedia dalam bahasa Inggris.

Jawaban singkat: sekitar 9 meter, dalam pola segitiga sama sisi, sehingga satu hektar memuat 143 pohon. Pedoman budidaya Kementerian Pertanian mencantumkan kerapatan 128 sampai 150 pohon per hektar, dan meminta pekebun memilih sesuai karakter tanaman, kesuburan tanah, topografi dan kondisi setempat.

Mengapa segitiga

Dalam pola segitiga sama sisi, setiap pohon berjarak sama dengan enam tetangganya, sehingga cahaya terbagi rata. Setiap baris bergeser setengah jarak dari baris sebelumnya. Dengan jarak 9 meter yang sama, pola bujur sangkar hanya memuat sekitar 123 pohon per hektar, jadi pola segitiga memuat kira-kira 15 persen lebih banyak tanpa membuatnya berdesakan.

Pedoman menetapkan arah barisan pada umumnya utara ke selatan. Di lahan berbukit, arah barisan mengikuti topografi.

Jarak tanam yang dianjurkan

Berikut jarak tanam yang dianjurkan dalam pedoman Kementerian Pertanian, dari tabel PPKS tahun 2009. Jarak dalam meter.

Dalam barisan Antarbarisan Pohon per ha
9,50 8,23 128
9,42 8,16 130
9,20 7,97 136
9,10 7,70 143
8,77 7,60 150

Pedoman menambahkan satu kasus khusus. Di daerah endemik Ganoderma, penyakit busuk pangkal batang, dianjurkan kerapatan 148 sampai 150 pohon per hektar, agar populasi tanaman produktif tetap cukup sampai umur 25 tahun setelah sebagian mati karena penyakit.

Lebih rapat belum tentu lebih baik

Lebih banyak pohon per hektar berarti lebih banyak tandan di awal, dan masalah di kemudian hari. Pedoman mencatat akibat tanam terlalu rapat: tanaman tumbuh meninggi mengejar cahaya, bersaing menyerap hara dan fotosintesisnya berkurang, sex ratio berubah, tandan lebih ringan, lingkar batang mengecil dan pelepah memanjang.

Penelitian sejalan. Uji jarak tanam di Nigeria menemukan bahwa setelah 12 tahun petak terapat, 190 pohon per hektar, masih unggul dalam hasil kumulatif, tetapi persaingan cahaya terus bertambah seiring besarnya tanaman. Diproyeksikan untuk satu siklus penuh, kerapatan terbaik adalah 143 sampai 160 pohon per hektar, atau jarak 8,5 sampai 9 meter. Penelitian tahun 2024 di sebuah kebun di Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, membandingkan 130, 136 dan 143 pohon per hektar dan mendapati dua kerapatan yang lebih rendah berproduksi lebih baik, dengan 136 unggul 19,8 sampai 29,8 persen dari 143.

Lubang tanam dan bibit

  • Lubang tanam dibuat sebulan sebelumnya untuk mengurangi kemasaman tanah. Pedoman memberi ukuran 60 x 60 x 40 cm pada lahan olah tanah mekanis dan 90 x 90 x 60 cm pada olah tanah kimiawi selektif.
  • Untuk menekan Ganoderma dibuat lubang besar secara mekanis, 2 x 2 meter di bagian atas dan dalam 0,6 meter, diisi 125 kg tandan kosong setelah penanaman.
  • Piringan selebar 1 meter dibuka di sekeliling setiap tanaman baru.
  • Pembibitan menyiapkan lebih banyak bibit dari kebutuhan lapangan, untuk seleksi. Untuk 143 pohon per hektar, pedoman menghitung 200 kecambah per hektar.

Yang sering ditanyakan

Berapa jumlah pohon sawit per hektar?
Antara 128 dan 150 dalam anjuran di Indonesia. Angka yang paling umum, 143, berasal dari jarak sekitar 9 meter dalam pola segitiga.
Berapa jarak tanam sawit yang standar?
Sekitar 9 meter antarpohon dalam pola segitiga sama sisi. Tabel PPKS memberi 9,10 meter dalam barisan dan 7,70 meter antarbarisan untuk 143 pohon.
Apakah pola bujur sangkar lebih buruk dari segitiga?
Dengan jarak yang sama, bujur sangkar memuat lebih sedikit pohon, sekitar 123 per hektar pada jarak 9 meter, dan cahaya terbagi kurang rata. Pola segitiga adalah standarnya.
Apakah tanam lebih rapat memberi buah lebih banyak?
Pada tahun-tahun awal, per hektar, ya. Setelah tajuk menutup, pohon bersaing cahaya, meninggi dan berbuah lebih sedikit, dan untuk satu siklus penuh penelitian condong ke 136 sampai 160 pohon per hektar.

Di dalam game

Satu petak di Sawit Simulator adalah satu hektar berisi 144 pohon: kisi 12 kali 12 yang disusun sebagai segitiga sungguhan, setiap baris kedua bergeser setengah jarak sehingga setiap pohon punya enam tetangga. Satu pohon lebih banyak dari angka buku 143, dibulatkan agar kisinya tetap persegi.

Pola segitiga itu bukan hiasan. Ganoderma di dalam game menular dari akar ke akar tepat ke enam tetangga itu, jadi satu pohon sakit di tengah petak mengancam enam lainnya, dan parit isolasi di sekelilingnya adalah cara menghentikannya.

Sumber

  1. Kementerian Pertanian, Lampiran Permentan No. 131/Permentan/OT.140/12/2013, Pedoman Budidaya Kelapa Sawit yang Baik, 31 Desember 2013 (Tabel 14 jarak tanam dari PPKS 2009, daerah endemik Ganoderma, arah barisan, lubang tanam, jumlah kecambah). https://peraturan.bpk.go.id/Download/152995/Lamp.%20Permentan%20Nomor%20131%20Tahun%202013.pdf
  2. Bonneau, Impens, Buabeng dan Van Damme, Optimum Oil Palm Planting Density for West Africa, Tropentag 2018, Ghent (uji jarak tanam 12 tahun di Nigeria). Dalam bahasa Inggris. https://www.tropentag.de/2018/abstracts/html/495.php
  3. Parwati, Nadeak dan Kautsar, Analisis Pertumbuhan dan Produktivitas Kelapa Sawit pada Variasi Kerapatan Tanam, Jurnal Agro Industri Perkebunan 12(2), 2024 (130, 136 dan 143 pohon per hektar di Kapuas Hulu). https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/AIP/article/view/3535

Baca juga